RIZKI RASNAWI

Facebook

Blogger templates

Blogger news

Blog Archive

Pengikut

Total Tayangan Halaman

KPESN. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label FILSAFAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FILSAFAT. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 November 2014
untuk memulai tulisan ini ada satu ungkapan dari salah seorang tokoh dermawan, dia berkata" banyak sekali orang yang mengatakan politik itu kotor dan bangga akan mereka yang tidak berpolitik, namun apakah kalian berpikir bahwa biaya hidup kalian dan segala kehidupan kalian itu berasal dari politik, hanya orang bodoh yang mengatakan politik itu kotor ?"ini merupakan ungkapan dari beliau. kalimat diatas membuat kita berpikir apakah benar adanya bahwa segala kehidupan ini berasal dari politik?. kemudian  muncul ungkapan dari seorang tokoh yang berasal dari indonesia yang bunyinya "politik itu memang kejam, namun ketika keadaan yang mengharuskan kita berpolitik maka terjunlah kedunia itu". hal ini membuat beberapa orang mungkin akan berpikir keras akan makna dari beberapa huruf itu. terkadang kita berpikir segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan hidup memang benar berasal dari politik tetapi ada kalanya kita enggan mengakuinya bahwa segala kebutuhan hidup tidak berasal dari politik melainkan hasil jerih payah sendiri.

Ada beberapa pertanyaan mungkin melintas di benak kita , yang pertanyaannya dari mana munculnya POLITIK itu? dari mana lahirnya? untuk apa fungsinya? apa efek dari si POLITIK ini bagi sebuah peradaban?. beberapa tulisan menyebutkan bahwa politik itu berasal dari yunani mengingat bangsa yunani merupakan bangsa yang banyak melahirkan pemikiran dan tokoh- tokoh yang berpengaruh di dunia. dalam bahasa yunani, politik itu adalah "polis" yang bisa diartikan negara. tetapi secara umum politik itu dapat diartikan sebagai alat pengatur sebuah negara baik itu berupa sistem, dan hal- hal lain yang dianggap perlu.

 Dalam (http://sospol.pendidikanriau.com) ada Beberapa definisi berbeda  oleh para ahli , misalnya:
• Menurut Bluntschli, Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan.
• Menurut Seely dan Stephen Leacock, ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan.
• Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip- prinsip pemerintahan, Pendapat ini didukung juga oleh R.N. Gilchrist.
Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu :
• Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Teori valuational ini terdiri dari filsafat politik, ideologi dan politik sistematis.
• Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma.

jadi, apa arti politik sebenarnya? kalau dari penulis , politik merupakan ilmu kemunafikan dan bisa dilakukan oleh siapa saja baik oleh mahasiswa ataupun para pejabat negara.kenapa demikian? karena banyak yang masih belum mengerti akan politik sehingga salah kaprah mengingat pada saat ini politik merupakan senjata ampuh yang digunakan oleh beberapa golongan untuk membangun atau menghancurkan.ketika berpolitik maka seseorang harus mengenal yang namanya tidak ada kawan sejati dan tidak ada musuh abadi.
bagaimana menurut para pembaca?
apakah bingung dengan tipu daya politik?
coba gunakan kepala anda..........
mohon maaf jika tulisannya kurang baik, baik secara isi ataupun yang lain- lain...
penulis hanya mengajak pembaca untuk ikut berpikir...

oleh Rizki Rasnawi
penulis merupakan alumni pendidikan sejarah Fkip Unsyiah, angkatan 2010.
Senin, 28 Januari 2013

1. 
Ide gerak sejarah yang maju ke depan sering dikemukakan para filosof  yang cenderung mengukuhkan perbuatan manusia dan pencapaian-pencapaiannya dalam sejarah. Mengenai asal ide kemajuan ini bisa diacu pada pendapat-pendapat Bacon (Sahakian, 1968: 124-140) dan Descartes (Snyder, 1955: 25-28), dua panji kebangkitan ilmiah di Barat. Pada akhir abad ke-19 ide ini semakin tersebar luas, yaitu pada waktu terjadi polemik antara para pengikut sastrawan dan kritisi lama dengan sastrawan dan kritisi baru. Untuk mempertahankan sikap mereka, para pengikut sastrawan dan kritisi baru terpaksa menuduh para pengikut sastrawan dan kritisi lama bahwa mereka telah terperosok dalam khayalan pengukuran yang keliru. Yakni pada waktu mereka memandang orang-orang yang lebih dulu dari mereka sebagai orang-orang yang lebih kuat pikirannya. Padahal manusia apabila ia semakin dewasa kebijakannya pun semakin matang dan orisinal, demikian halnya kemanusiaan yang bersama perjalanan zaman semakin mengarah kepada kemajuan. Jadi, apabila manusia yang terdahulu mempunyai kelebihan dalam keterdahuluannya, maka manusia yang berikutnya mempunyai kelebihan dalam kesempurnaannya.
Teori kemajuan ini kemudian tersebar dan mempengaruhi bidang-bidang kegiatan manusia lainnya seperti politik, sosial, seni, filsafat, dan sejarah, sehingga pada abad ke-19 kata kemajuan  memiliki berbagai makna. Di antara makna kata itu ada yang berkaitan dengan “ide perkembangan yang memandang watak manusia sebagai hasil tertinggi proses perkembangan itu sendiri”, dan oleh karena itu kemajuan historis juga terkandung dalam watak itu. Makna kata ini ada pula yang berkaitan dengan “filsafat denominasional”, di mana konsepsi kemajuan mengambil corak teori yang integral dalam filsafat sejarah, seperti halnya yang kita dapatkan pada beberapa filosof abad ke-19 seperti Karl Marx, Frederick Engels, dan lain-lain, atau dalam “filsafat sosial” yang diwakili  oleh Auguste Comte dan John Stuart Mill. Kemudian pada abad ke-20, teori kemajuan meraih berbagai dukungan dari kalangan kaum Marxis, pragmatis, dan para penganut aliran eksperimental.
Sejak awal kemunculannya, teori kemajuan erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Seruan para penganut teori ini pada dasarnya ditegakkan di atas kemajuan yang diraih kamanusiaan dalam sebagian ilmu pengetahuan yang membuat tersingkapnya sebagian hal yang tidak diketahui sebelumnya, dan di antara hasilnya adalah masa pencerahan dengan optimisme dan rasa percaya terhadap masa  depan yang erat berkaitan dengannya, keinginan untuk mengendalikan alam, peremehan masa lalu dengan segala khurafatnya, dan keinginan untuk menguasai pembuatan sejarah.
Teori kemajuan ini oleh para pendukungnya dideskripsikan sebagai suatu proses akumulatif sepanjang masa. Oleh karena itu,  orang-orang zaman modern, dengan sarana dan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, lebih maju ketimbang orang-orang zaman dahulu di bidang ilmu pengetahuan dan industri. Oleh karena itu, kekaguman tidak logis terhadap orang-orang dahulu tidak mem­punyai landasan, dan kekaguman itu menurut mereka merupakan batu penghalang jalan kemajuan manusia. Dengan pandangan yang demikian ini, kemajuan adalah filsafat optimistis yang memandang kesempurnaan manusia sebagai hal yang tidak terbatas dan sejarah manusia bergerak maju di mana pengetahuan manusia menjadi semakin berkembang dan sedikit demi sedikit semakin mendekati tujuan akhir masyarakat manusia, yaitu terealisasinya kebebasan, kesempurnaan, dan penguasaan sepenuhnya atas alam.
Auguste Comte termasuk kaum progresif yang memakai teori organis dalam menginterpretasikan watak masyarakat. Menurutnya, masyarakat adalah kelompok organis kolektif, dan seperti halnya berbagai fenomena dalam alam, matematika dan biologi tunduk di bawah hukum-hukum tertentu, masyarakat juga, tegak di atas suatu hukum umum. Berdasarkan hukum itu sendiri, misalnya, kita bisa membagi berbagai fase yang dilalui peradaban menjadi tiga fase, yaitu fase teologis, fase metafisis, dan fase positif. Hukum ketiga fase itu diikhtisarkan Comte dari sejarah ilmu pengetahuan dan ter­pengaruh oleh tiga klasifikasi yang dikemukakan Vico, seperti akan diuraikan nanti dalam kajian ini. Ide kemajuan diperbincangkan Comte dalam kerangka dinamisme sosial yang dipandangnya sebagai teori umum kemajuan manusia yang secara ringkas, di antaranya, di­nyatakan bahwa pada akhirnya manusia akan mampu mengendalikan alam. Dalam filsafat Comte kemajuan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu kemajuan intelektual, kemajuan material, dan kemajuan moral. Filsafat Comte itu terpengaruh oleh ide perkembangan dalam ilmu pengetahuan alam, namun ia mempergunakan sejarah dalam kajian­nya tentang perkembangan intelek (pikiran) manusia dan fase-fase yang dilaluinya.
Tampak bahwa para pemikir pada masa pencerahan telah ber­upaya mencarikan landasan posisi manusia dalam alam fisik dan mereka menganggap hukum-hukum sejarah adalah sama dengan hukum-hukum alam. Dari segi lain mereka mempercayai kemajuan. Akan retapi landasan apakah yang bisa dipakai untuk memandang bahwa alam adalah maju secara terus ke arah suatu tujuan? Kesulitan ini dipecahkan Hegel dengan mengadakan pemilahan yang ketat antara sejarah yang dipandangnya maju dan alam yang kehilangan corak itu. Kemudian datang revolusi Darwinisme yang menyirnakan semua hal yang tidak mengenakkan, yaitu dengan pandangannya bahwa perkembangan dan kemajuan adalah sama: tampak jelas bahwa pada akhirnya alam adalah maju seperti sejarah. Namun pendapat ini membuka pintu gerbang salah paham yang lebih berbahaya, sebab ia memberi kesempatan terjadinya pencampuradukan antara warisan biologis, yang membentuk sumber perkembangan, dan perolehan sosial yang memben-tuk sumber kemajuan dalam sejarah”.
Demikianlah terbentuknya hubungan antara ide perkembangan dan ide kemajuan dalam kalangan banyak peneliti, meski perkembangan sendiri tidak lain adalah perombakan bio-fisiologis khusus bagi makhluk-makhluk hidup sesuai dengan hukum seleksi alam, sementara kemajuan adalah upaya yang sadar untuk memperoleh pola-pola baru dalam tingkah laku individu dan masyarakat. Dari sini majunya kemanusiaan tampak merupakan hal yang deterministis dan pasti. Malah, ia mudah direalisasikan apabila masyarakat-masyarakat yang ada mampu mendayagunakan sebaik-­baiknya penemuan-penemuan ilmiah tentang prinsip-prinsip ekonomi dan hukum-hukum perkembangan manusia, seperti halnya diungkapkan oleh kajian sejarah yang ilmiah dan mendalam. Karena masyarakat manusia dan nilai-nilai moral yang luhur maju sesuai dengan hukum-hukum ilmiahnya yang khusus, demikian halnya ilmu pengetahuan kita akan semakin maju dengan semakin bertambahnya pengetahuan kita tentang hukum-hukum alam. Sehingga kemanusiaan pun akan melangkah maju ke arah masa depan cemerlang yang didasarkan pada penghormatan atas hak-hak individu kemajuan ilmu pengetahuan, dan merea-lisasikan kebahagiaan pikiran, moral, dan sosial tertinggi yang ditujunya.
Meski adanya harapan dan niat baik para pendukung teori kemajuan dengan berbagai aliran filosofisnya, namun teori ini banyak mendapat kritik. Sebagian ada yang berkenaan dengan metode penelitian yang dipakai dan sebagian ada yang berkenaan dengan nilai-nilai yang mereka kemukakan. Misalnya saja, seperti dikemukakan beberapa peneliti, kritik mereka yang keras terhadap Zaman Pertengahan dengan norma-norma zaman modern. Demikian halnya kritik keras mereka terhadap para agamawan telah melewati batas dengan mengeritik agama itu sendiri, sebab dalam pandangan mereka agama bukan lagi merupakan faktor penting dalam pem­bentuk kebudayaan. Kritik mereka terhadap khurafat dan pikiran magis telah menyentuh pula ide agama. Yakni sewaktu mereka memaksakan ide pembebasan diri dari kekuasaan gereja, mereka pun mencukupkan ide kemajuan ini dengan manifestasi luarnya saja yang bertentangan dengan agama, tanpa berupaya menda-lami konteks peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi guna menyingkapkan perjalanan internalnya.
Dari segi lain, teori kemajuan mendapat kritik dari para penganut relativisme historis yang meman-dang teori kemajuan hanya sebagai salah satu pola organisasi sosial yang berupaya menganalisis realitas dan mengorganisasikannya berdasarkan percobaan-percoba-an masa lalu guna terjadinya perubahan yang lebih besar dan demi kebaikan sebanyak mungkin anggota-anggota masyarakat. Jadi, kemajuan dalam pengertian yang demi-kian ini merupakan suatu nilai moral yang lebih banyak mengandung suatu sifat pengarahan dan perasaan tanggung jawab bersama daripada merupakan suatu filsafat realistis tentang realitas sejarah dalam pengertiannya yang dikenal.
Sumber: al-Sharqawi, ‘Effat. 1406 H/1986 M. Filsafat Kebudayaan Islam (terjemahan Ahmad Rofi’ Usmani dari Falsafah al-Hadharah al-Islamiyyah). Bandung: Pustaka.

Jumat, 11 Januari 2013
Sistematika filsafat sejarah
A.                            Kedudukan dan peranan filsafat
1.      Filsafat dan pengetahuan
-          Kedudukan filsafat dalam pengetahuan
Apa itu filsafat?
Filsafat itu adalah pengetahuan. Untuk lebih muda memahami pengertiannya dan memantapkan kepahaman, kita akan berkenalan lebih dahulu dengan filsafat sebagai ilmu pengetahuan.
Adapun pengetahuan yang dimiliki oleh umat manusia dapat dibagi dua jenis. Yang pertama  berasal dari manusia itu sendiri yang ke dua berasal dari luar – manusia. Jenis yang kedua ini dianggap atau dipercayai berasal dari pencipta manusia dan alam diistilahkan  wahyu. Al- Kindi menyebut pengetahuan jenis pertama itu pengetahuan illlahi, yang dasarnya keyakinan dan jenis kedua yaitu pengetahuan manusiawi yang dasarnya pemikiran.
Jadi ada dua jenis pengetahuan : pengetahuan manusia dan pengetahuan tuhan. Pengetahuan manusia di bagi dalam tiga kategori yaitu :
-          Pengetahuan indera
-          Pengetahuan ilmu
-          Pengetahuan filsafat
Jawaban semantik ( jawaban berdasarkan teori) tentang pengetahuan yaitu, pengetahuan ialah apa yang dikena atau hasil dari pekerjaan tahu.  Disamping pengetahuan manusia dan pengetahuan tuhan ada lagi pengetahuan yaitu pengetahuan agaman. Pengetahuan ini berintikan pengetahuan tuhan dan ulasan, keterangan , tafsiran, perincian yang berasal dari pengetahuan manusia terhadap wahyu itu.
ü  Jenis agama  ada dua yaitu :
agama budaya dan agama langit.
ü  Pengetahuan hujan :
Kita lihat hari mendung , awan menebal . tidak lama sesudah itu turunlah titik- titik air dari langit ke tanah . sampai di tanah , titik-titik air itu menghilang . apabila air itu menitik dalam waktu yang cukup lama terbentuk arus- arus kecil dipermukaan tanah, manakala bidang tanah itu tidak rata. Apa itu hujan? Pengetahuan indera menjawab : hujan ialah titik air yang jatuh dari arah langit kebumi , setelah hari mendung dan awan menebal. Dan semua itu adalah hukum alam.
ü  Dari ilmu kepada filsafat
Ketika ilmu sampai ke batas kemampuannya, pertanyaan itu diserahkan kepada filsafat. Hukum alam adalah hokum materi- materi atau zat-zat .
Zat adalah hakikat dari segala yang ada. Ia adalah awal dari segala- galanya dan tempat kembali ke segala-segalanya.
`jelaslah bahwa pengetahuan indera ialah pengetahuan yang bersetumpu pada panca indera,yang tokoh utama nya adalah otak dan tangan.
-          Pengetahuan ilmu : lapangan segala sesuatu yang dapat diteliti , bataas nya sampai kepada yang tidak atau belum dilakukan penelitian.
-          Pengetahuan filsafat : adalah segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh budi ( rasio) , batasnya ialah batas alam, namun demikian ia juga memikirkan sesuatu yang diluar alam.
Filsafat dalam islam:
-          Pengetahuan murni dari tuhan, diistilahkan dengan wahyu , dikodifikasikan dalam bentuk Al- Qur’an.
-          Pengetahuan Nabi/ Rasul tuhan yang berdasarkan atau lanjutan wahyu, diistilahkan Sunah – Hadis Nabi.
-          Pengetahuan Ulama, ahli piker atau ilmiwan yang berasaskan, berpedoman , berkaitan dengan atau digerakkah oleh wahyu dan hadis , merupakan hasil dari ijtihad.

1.      Plato : Plato mengatakan filsafat tidak lah lain dari pada pengetahuan tentang segala hal yang ada.
2.      Aristoteles : filsafat ialah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
3.      Cicero : filsafat adalah ilmu tinggi-tinggi saja dan jalan untuk mencapai ilmu itu. Filsafata adalah induk segala ilmu.
4.      Epicuros : filsafat sebagai jalan mencari kepuasan dan kesenangan dalam hidup.
5.      Kant : filsafat adalah pokok  dan pangkal segala pengetahuan dan pekerjaan.
6.      Leibniz : filsafat diibaratkan dengan akar suatu pohon , maka dahan- dahan pohon itu terjadi ilmu yang lainsatu demi satu.
7.      Fichte : filsafat adalah ilmu dari ilmu-ilmu.
8.      Herbart : filsafat ialah mengerjakan pengertian-pengertian dari ilmu –ilmu yang lain.
9.      Paul natorp : filsafat adalah ilmu dasar yang hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan jalan menunjukkan dasar akhir yang sama.
10.  Win delband : suatu keadaan atau hal yang nyata.
11.  Al – kindi : sebagai ahli pikir pertama dalam filsafat islam.
12.  Al- farrabi : filsafat sama tujuan dengan agama. Yaitu untuk mengetahui semua wujud.
Satu definisi fiilsafat : filsafat ialah mencari kebenaran dari benaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di permasalahkan , dengan berpikir secara radikal , sistematik dan universal.
Filosof yaitu orang yang berani dalam pemikiran , selanjut nya berani dalam sikap hidup dan pandangan dunia sebagai hasil dari pemikiran itu sendiri.

Ciri-ciri berpikir filsafat :
-          Radikal : berpikir secara tidak tanggung-tangung, tau konsekuensi.
-          Sistematik : berpikir logis , yang bergerak selangkah demi selangkah.
-          Universal ; tidak hanya berpikir umum, mealinkan mereka juga memikirkan yang khusus.

B.     Peranan filsafat
2.      Sumber filsafat
Awal mula filsafat di barat . di barat yang mula- mula brfilsafat orang yunani .apa yang menggerakkan mereka berfilsafat ? Plato mengatakan bahwa filsafat muali dengan ketakjuban , dengan keheranan , hanya manusia yang dapat takjub.
Filsafat tafsiran : filsafat sesungguhnya adalah tafsiran kenyataan.
            Sejarah filsafat yaitu sejarah perkembangan manusia. Dapat pula ia dikatakan kesangsian manusia dalam usahanya mencari kebenaran dari kebenaran. Jalan sejarah tidak selalu lurus. Kadang –kadang ia berbelok kembali kebelakang.
            Garis teori ilmu dan filsafat : teori-teori ilmu menempuh garis lurus . teori teori filsafat dapat menempuh garis melengkung, dan kembali kepada jalan , yang pernah di tempuh nya dengan cara baru. Ilmu berada dalam pengalaman dan pemikirann. Filsafat berpikir diatas pengalaman.

-          Fakta : sesuatu yang sesungguhnya terjadi atau berujud.
-          Pengalaman : mengetahui atau mempelajari melalui tindakan atau reaksi sendiri.

Ø  Ilmu dapat kita bagi dua :
·         Ilmu murni, yang bersifat teori.
·         Ilmu terapan, yang bersifat praktek.
Hubungan ilmu dengan filsafat
v  Hubungan erat antara keduanya. Perkembangan ilmu harus bersama – sama dengan filsafat , bahkan ada menyamakan filsafat dengan ilmu.
v  Filsafat tidak berkaitan dengann ilmu. Ia otonon dan tidak mau di peralat oleh ilmu.

3.      Filsafat dan kebudayaan
- Manusia dan kebudayaan
            Titik persamaan definisi-definisi yang dirumuskan oleh alhli-ahli manusia.berdasarkan definisi itu dapat disimpulkan bahwa soal kebudayaan adalah soal manusia.
Teori cultural universal / segi kebudayaan.
-          Kuntjaraningrat misalnya membagi kebudayaan dalam tujuh faset, yaitu : peralatan dan perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian, dan sistim ekonomi, system kemasyarakatan , bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan dan religi.
-          Hoijer membaginya lima: teknologi, ekonomi, organisasi social, religi dan kebudayaan lambang.
·         Peranan filsafat dalam segi-segi kebudayaan .
Bagaimana posisi dan peranannya terhadap kebudayaan menyeluruh, demikian pula terhadap segi- segi kebudayaan ; social ,ekonomi, politik, ilmu dan teknik, seni. Sebagaimana segi-segi kebudayaan lain di pengaruhi , bahkan deiarah kan perkembangannya oleh filsafat , demikian pula seni , banyak sekali pandangan dan sikap dunia hidup mempengaruhi atau mengarahkannya.

4.      Filsafat dan kebudayaan
·         Etimologi agama : agama berasal dari bahasa sankskerta . akar kata a-gam-a ialah gam , yang berarti pergi atau berjalan.
·         3 ciri religi
-          Percaya pada yang kudus.
-          Melakukan hubungan dengan yang kudus itu  dengan rius ,kultus dan permohonan.
-          Doktrin tentang yang kudus dan hubungan itu.
·         Agama dan kebudayaan.
Agama itu bukan dari kebudayaan islam. Tetapi kalu kita berbicara tentang agama bukan islam., islam dapat menerima teori ilmu.


Ada dua kategori  agama yaitu
-          Agama budaya
-          Agama langit
Agama budayalah yang lahir dalam kebudayaan.

·         Ciri- ciri agama budaya
-          Tidak disampaikan oleh Nabi atau Rasul tuhan, tidak dapat dipastikah lahirnya.
-          Tidak memiliki kitab suci yang diwariskan oleh Nabi / Rasul tuhan.
-          System merasa dan berpikir agama inheren dengan system merasa dan berpikir tiap segi kehidupan.
-          Berubah dengan perubahan mentalitas masyarakat yang menganutnya .
-          Kebenaran prinsip  ajran agama tak tahan terhadap kritik akal; mengenai alam nyata dibuktikan ilmu kekeliruan nya ; mengenai alam gaib; tak termakan oleh akal.
-          Konsep ketuhanannya bukan serba esa tuhan.
·         Cirri –cirri agama langit
-          Disampaikan oleh Rasul
-          Memiliki kitab suci yang di wariskan Rasul Tuhan
-          System merasa dan berpikirknya tidak inheren dengan system merasa dan berpikir tiap segi kehidupan  masayarakat yang menganutnya , bahkan dikehendaki system merasa dan berpikir tiap faset kehidupan , takluk atau mengarah kepada sistem berpikir dan merasa agama.
-          Tidak berubah dengan perubahan mentalitas masyarakat yang menganutnya, malah seballiknya justru merubah mentalitas penganutnya.
-          Kebenaraan prisip ajaran agama tahap terhadap kritik akal; mengenai alam nyata, mana kala ilmu sampai keujung perkembanganya, terbukti kebenaran ajaran itu; mengenai alam gaib diterima oleh aqal.
-          Konsep ketuhanannya serbaesa Tuhan murni.
Filsafat adalah pokok jebodohan dan penyelewengan bahkan kebingungan dan kesesatann.
Ibnu Rusyd membela filsafat dengan menunjukkan fungsi filsafat sebagai penyelidikan alam ujud dan memandang nya sebagai  jalan unutk menemukan yang menciptakannya . filsafat adalah karya seluruh umat manusia oleh semua angkatannya , karya mana dimulai oleh buku yunani, manakalah lapangan ilmu dan teknik tidak mungkin diselesaikan oleh seorang diri semata-mata , apalagi filsafaat sebagai induk dari segala ilmu. Aqal dan wahyu jadi sumber pengetahuan dan alat untuk mencapai kebenaran . demikian pendapat umum filosof.
-          Tujuan ilmu filsafat agama
·         Dalam ilmu tujuan itu hanya teori atau pengetahuan demi pengetahuan
·         Dalam filsafat tujuan itu ialah cinta kepada pengetahuan yang bijaksana, dengan hasil kedamaian dan kepuasan jiwa.
·         Dalam agama tujuan itu damai, demi kesemibangan , penyeseuaian , keselamatan , dirangkum dengan satu istilah dalam islam salam.
-          3 pembagian alam
·         Alam nyata yaitu yang dapat diamati , diriset dan dieksperimenkan adalah lapangan ilmu.
·         Alam gaib idhafi, yaitu alam yang masuk kedalam pengalaman manusia , tapi masih belum berhasil ilmu meriset atau mengekseperimenkan.
·         Alam gaib hakiki yaitu alam yang tak mungkin diamati , diriset atau diekperimenkan  oleh manusia ( akhirat) , masuk lapangan agama.
Persamaan filsafat dan agama yaitu masing-masing merupakan sumber nilai, terutama nilai etika.