RIZKI RASNAWI

Facebook

Blogger templates

Blogger news

Blog Archive

Pengikut

Total Tayangan Halaman

KPESN. Diberdayakan oleh Blogger.
Sabtu, 19 Januari 2013
MENCARI JEJAK SEJARAH BELANDA
DI UJUNG PANCU

“Angin bertiup semilir menerpa diantara dedauanan dan pepohonan serta deruan ombak memecah kesunyian malam di tepi pantai yang indah dan mempesona dalam perjalanan hari pertama Komunitas Pencinta Ekspedisi Nanggroe (KPESN)”.
Komunitas Pencinta Ekspedisi Sejarah Nanggroe (KPESN), merupakan sebuah komunitas yang dibentuk oleh beberapa Mahasiswa FKIP Sejarah Unsyiah, yang memiliki hobi untuk berpetualang atau ekspedisi dan mencari jejak sejarah Aceh.
Kali ini merupakan ekspedisi kami yang ke-IV, yang mencoba mencari jejak sejarah Belanda di Ujung Pancu. Sebelumnya kami tim KPESN telah berekspedisi ke Meulaboh (Makam Teungku Umar), Lhoksemawe (Samudera Pasai) dan Aceh Utara (Makam Cut Mutia). Planning menuju Tugu Belanda yang ada di ujung Pancu, merupakan planning yang sudah kami rencanakan sewaktu kuliah, untuk mengisi hari libur dengan kegiatan.
Jum’at 18 Januari 2013, menjadi hari pertama tim Komunitas Pecinta Ekspedisi Sejarah Nanggroe (KPESN), bergerak menyusur jalan menuju lokasi. Pukul 15.00 WIB, para anggota tim yang berjumlah 8 orang, yaitu Qadriansyah , Riski Rasnawi, Rahmat Nuriman, Muauwal Putra Mardhatillah, Sayuti, Mhd. Saifullah, Fadhil Heriansyah dan Fahzian Aldevan berkumpul di Masjid Baitulrahim Ule Lhee, tempat yang sudah dijanjikan sewaktu rapat. Sebenarnya banyak lagi anggota KPESN yang ingin ikut dalam ekspedisi kali ini, tapi berhubung ada beberapa kendala yang membuat mereka tidak dapat ikut serta.
Menyusuri panasnya hari tidak menyusutkan semangat para anggota untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan perlengkapan seadanya. Semua seakan terbayarkan dengan dimenjakan indahnya pemandangan laut disepanjang perjalanan menuju lokasi. Walaupun dalam perjalanan motor Muauwal sempat patah sok akibat terlalu berat bobot yang dibawa.
Akhirnya tim sampai di kaki bukit di gampoeng lam jabat, di sana para anggota menitipkan kendaraan di sebuah rumah ya sederhana yang digunakan sebagai Bascamp bagi pemuda setempat, sebelum kami melanjutkan perjalanan menelusuri pendakian lokasi yang berbukit-bukit. Doapun dipimpin oleh saudara Riski kepada Allah SWT., supaya perjalanan dan ekspedisi kami ini selalu dalam perlindungan-Nya.
Perjalananpun dimulai dengan pendakian yang lumayan curam menantang dan melelahkan, bahkan sebagian dari beberapa teman kami sempat merasa kelelahan dan bahkan sampai muntah. Beberapa tempat beristirahat kami manfaatkan diperjalanan yang mendaki.
Pukul 16.39 kami sampai di pos pertama untuk beristirahat sejenak menghilangkan kelelahan. Tak lama kami beristirahat, kami bertemu dengan 5 orang pemuda yang memakai perlengkapan mendaki. Di pos pertama tersebut, kami saling ngobrol  bercanda tawa dan saling nyindir juga untuk menghilangi kelelahan diantara kami semua. Cerita saling cerita, ternyata mereka merupakan mahasiswa MAPALA dari Unmuha (Universitas Muhammadiyah).
Setelah beberapa lama, mereka meminta izin untuk melanjutkan perjalanan dan selang beberapa menit kamipun juga melanjutkan perjalanan.
Dalam perjalanan mata kami di manjakan dengan hamparan rumput ilalang dan pohon-pohon yang masih terlihat asri. Perjalanan mendaki dan menurun menemani langkah kami untuk sampai ke tempat peristirahatan kami untuk hari ini.
Pukul 18.15 WIB, kami sampai di sebuah pantai, yang mana pasir putih dan air laut sangat indah membuat kelelahan yang kami rasakan terbayarkan. Di sini ternyata sudah ada tenda dari beberapa komunitas lain. Kami berjumpa kembali dengan mahasiswa Unmuha tadi lagi dan mahasiswa IAIN juga. Tanpa banyak membuang waktu, kami mencari lokasi untuk mendirikan tenda peristirahatan dan membagi tugas. Sebagian anggota ada yang menyiapkan tenda dan sebagian anggota lain memasak dan menyiapkan makanan.

Tendapun sudah berdiri, sebagian anggota ada yang membantu anggota lain memasak, mengambil photo, bercanda dan seorang anggota mandi di pantai untuk membersihkan dan menyegarkan diri.
Makanan sudah siap pukul 18.45 WIB, para anggota bergegas untuk makan malam bersama. Angin bertiup semilir menerpa diantara dedauanan dan pepohonan serta deruan ombak memecah kesunyian malam di tepi pantai yang indah dan mempesona dalam perjalanan hari pertama Komunitas Pencinta Ekspedisi Nanggroe (KPESN). Tak kala kopi menemani malam kami dalam larut canda tawa.
 








Inilah hari pertama perjalanan kami mencari jejak sejarah Belanda di Ujung Pancu.
Beresambung . . .
















1 komentar:

romiirwanda mengatakan...

KPESN MANTAPPPPPPPP