RIZKI RASNAWI

Facebook

Blogger templates

Blogger news

Blog Archive

Pengikut

Total Tayangan Halaman

KPESN. Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 30 Januari 2013

Atlantis, Pemikiran Plato Tentang Surga

Willie Drye, dalam tulisannya tentang pemikiran Plato di National Geographic menyebutkan bahwa tulisan seorang filsuf Yunani kuno (Plato) tidak memiliki banyak kebenaran tentang kondisi manusia waktu itu. Salah satu pemikiran Plato yang paling terkenal mengenai cerita kehancuran peradaban kuno Atlantis, hampir dikatakan palsu. Mengapa cerita ini masih dilanjutkan hingga lebih dari 2.300 tahun setelah kematian Plato?

Pemikiran Plato Tentang Benua Atlantis

Menurut James Romm, seorang profesor klasik di Bard College Annandale, New York “Ini merupakan mitos besar, Plato mengenal berbagai lapisan orang yang senang berfantasi.”
Pemikiran Plato mengatakan tentang kisah Atlantis sekitar 360 SM. Para pendiri Atlantis merupakan manusia setengah dewa dan setengah manusia. Mereka menciptakan peradaban Utopia dan memiliki kekuatan angkatan laut yang besar. Rumah mereka terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh parit lebar dan dihubungkan oleh sebuah kanal yang menembus di tengah kota. Pulau-pulau yang subur mengandung emas, perak, dan logam mulia lainnya, didukung sumber daya berlimpah, dan satwa liar yang eksotis. Dan ada kota besar di pulau itu.
Herma Plato, pemikiran plato
Herma Plato / Credit: Wikipedia by Ricardo André Frantz
Banyak teori tentang keberadaan Atlantis, antara lain terletak di wilayah Mediterania, di lepas pantai Spanyol, bahkan di bawah Antartika. Setiap tempat bisa saja dibayangkan sebagai benua yang hilang (Charles Orser, kurator sejarah di New York State Museum di Albany).
Pemikiran Plato mengatakan, bahwa Atlantis berada di sekitar 9.000 tahun sebelum keberadaannya. Cerita Atlantis telah diceritakan oleh penyair, imam, dan lainnya sebagai mitos turun menurun. Tulisan-tulisan pemikiran Plato merupakan satu-satunya catatan yang menggambarkan adanya legenda Atlantis.

Pemikiran Plato Seperti Melihat Surga, Atau Kenyataan?

Hanya sedikit ilmuwan berpikir bahwa legenda Atlantis benar-benar ada. Robert Ballard, penjelajah samudera yang menemukan bangkai kapal Titanic pada tahun 1985, mengatakan bahwa apa yang ditulis dalam pemikiran Plato tentang Atlantis adalah benar.
Legenda Atlantis, sebuah peradaban kuno yang hilang karena banjir dahsyat dan ledakan vulkanik yang terjadi sepanjang sejarah, termasuk salah satu peristiwa yang memiliki beberapa kesamaan dengan cerita tentang kehancuran Atlantis. Catatan sejarah 3600 tahun yang lalu, sebuah letusan gunung berapi yang besar menghancurkan pulau Santorini di Laut Aegean dekat Yunani. Pada saat itu, masyarakat Minoan yang sangat maju tinggal di Santorini. Peradaban Minoan menghilang tiba-tiba pada waktu yang sama dengan letusan gunung berapi. Tapi Ballard tidak berpikir bahwa Santorini adalah Atlantis, karena waktu dari letusan gunung di pulau itu tidak bertepatan dengan pemikiran Plato tentang kehancuran Atlantis.
James Romm meyakini bahwa pemikiran Plato menciptakan kisah Atlantis untuk menyampaikan beberapa teori filosofis;
Dia berhadapan dengan sejumlah isu, dan Atlantis merupakan tema yang dibawa untuk menjalankan seluruh karyanya. Ide-ide Plato berisi tentang sifat ilahi terhadap manusia, masyarakat yang ideal. Ide tersebut bisa ditemukan pada beberapa karya Plato. Atlantis digambarkan memiliki kendaraan yang berbeda, untuk mendukung beberapa temanya.
Legenda Atlantis adalah cerita atau pemikiran Plato tentang surga, moral, orang-orang spiritualis yang bermoral hidup dalam peradaban Utopia, peradaban yang digambarkan sangat maju. Tapi mereka menjadi serakah, dan miskin moral hingga para dewa menjadi marah karena bangsa Atlantis telah kehilangan jalan mereka, dan berbalik untuk kegiatan tidak bermoral. Sebagai hukuman, para dewa memberikan hari-hari yang mengerikan dengan api dan gempa bumi, menyebabkan Atlantis tenggelam ke dasar laut. Pemikiran Plato masih tetap berlanjut hingga hari ini.

sumber : http://cutpen.com/2012/03/atlantis-dongeng-plato.html

0 komentar: